Kulit Rubah Tidak Bisa Suci dengan Cara Disamak (Dibagh)

Pertanyaan 105419

Jika kulit rubah disamak, apakah kulitnya menjadi suci ? Apakah boleh menggunakannya untuk pakaian dan barang lainnya ? Apakah boleh membeli, menjual, atau memperdagangkannya ?

Teks Jawaban

Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rasulullah, wa ba'du:

Kulit rubah, sebagaimana dagingnya, hukumnya najis, karena ia adalah binatang buas. Hal ini termasuk dalam larangan umum, berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

كُلُّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ فَأَكْلُهُ حَرَامٌ  (رواه الإمام مسلم رحمه الله تعالى).

“Setiap binatang buas yang bertaring, maka memakannya adalah haram.” (HR. Imam Muslim Rahimahullah Ta’ala).

Dan juga hadits Abu Al-Malih bin Usamah, dari ayahnya Radhiyallahu ‘Anhuma,

أَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ جُلُودِ السِّبَاعِ (رواه الإمام أحمد وأبو داود والنسائي والترمذي وزاد : (أن تفترش)

Bahwasanya Rasulullah  Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang penggunaan kulit binatang buas. (HR. Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i, dan At-Tirmidzi. Ia (At-Tirmidzi) menambahkan, “An Tuftarasya (berhampar dengan kulit binatang buas).”)

Dan hadits Mu’awiyah bin Abu Sufyan Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwasanya ia mengatakan kepada sejumlah sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

أتعلمون أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن جلود النمور أن يركب عليها ؟) قالوا : (اللهم نعم)  . رواه الإمام أحمد وأبو داود

“Apakah kalian tahu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang memakai kulit macan tutul dan menungganginya ?” Mereka menjawab, “Ya.” (HR. Imam Ahmad dan Abu Daud).

وعن المقدام بن معد يكرب رضي الله عنه أنه قال لمعاوية : (أنشدك الله ، هل تعلم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن لبس جلود السباع والركوب عليها؟) قال : (نعم)  رواه أبو داود والنسائي

Dari al-Miqdam bin Ma’di Karib Radhiyallahu ‘Anhu bahwa dia berkata kepada Muawiyah, “Demi Allah, apakah kamu tahu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melarang memakai kulit binatang buas dan menungganginya ?” Dia menjawab, “Benar.” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i).

وعن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : (لا تصحب الملائكة رفقة فيها جلد نمر)  رواه أبو داود

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda, “Malaikat tidak akan menjadikan teman seseorang yang memakai kulit macan tutul.” (HR. Abu Daud).

Nash-nash tersebut melarang penggunaan kulit binatang yang dagingnya tidak halal dimakan karena pemakaiannya mengandung kesombongan dan perhiasan.

Wa Billahit Taufiq, wa Shallallahu ‘Ala Nabiyyina Muhammad wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam.”

Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Syaikh

Syaikh Abdullah bin Ghadyan

Syaikh Shalih Al-Fauzan

Syaikh Bakar Abu Zaid

Rujukan

Perhiasan

Refrensi

(Fatawa Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-‘Ilmiyyah wa Al-Ifta’, 24/29).

Previous
Berikutnya
at email

Buletin

Daftarkan email Anda untuk menerima buletin dari situs Tanya Jawab Tentang islam

phone

Aplikasi Tanya Jawab Tentang Islam

Akses lebih cepat ke konten dan kemampuan menjelajah tanpa internet

download iosdownload android