Mengimani qadha dan qadar termasuk salah satu rukun iman. Iman seorang muslim
hanya dapat sempurna apabila ia mengetahui bahwa segala yang menimpanya tidak
akan mungkin meleset. Dan segala yang meleset darinya tidak akan mengenainya.
Juga bahwa segala sesuatu itu terjadi dengan takdir dan ketentuan dari Allah
Subhanahu wa Ta'ala. Firman Allah:
"Sesungguhnya Kami menciptakan segala
sesuatu menurut ukuran.." (Al-Qamar : 49)
Kesabaran dalam iman itu ibarat kepada pada
tubuh. Kesabaran adalah sifat mulia, hasilnya juga terpuji. Orang-orang yang
sabar akan mendapatkan pahala yang tidak terputus. Allah berfirman:
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang
bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas." (Az-Zumar : 10)
Segala musibah dan cobaan yang terjadi di
dunia, pada diri, harta, keluarga atau yang lainnya, semua itu sudah diketahui
oleh Allah sebelum terjadi dan sudah Allah tuliskan pula dalam Al-lauh Al-Mahfuzh.
Firman Allah:
"Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa
di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam
kitab (Luhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.Sesungguhnya yang demikian
itu adalah mudah bagi Allah.." (Al-Hadid : 22)
segala musibah yang menimpa manusia, maka
itu merupakan kebaikan baginya, mungkin ia mengetahui mungkin juga tidak mengetahuinya.
Karena Allah hanya menetapkan takdir yang lebih baik bagi orang tersebut.
Sebagaimana firman Allah:
"Katakanlah:"Sekali-kali tidak
akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami.
Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus
bertawakal". (At-Taubah : 51)
Segala musibah yang terjadi, semuanya dengan
ijin Allah. Orang yang beriman kepada Allah akan tahu, bahwa bila Allah menghendaki,
musibah itu tak akan terjadi. Akan tetapi Allah menghendakinya, maka musibah
itupun terjadi, sebagaimana firman Allah:
"Tidak ada sesuatu musibahpun yang
menimpa seseorang kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman
kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah
Maha Mengetahui segala sesuatu…" (At-Taghaabun : 11)
Segala musibah terjadi dengan ijin Allah.
Orang yang beriman kepada Allah, akan diberi petunjuk pada hatinya. Allah
itu Maha Pengetahui segala sesuatu. Pahala dari kesabaran adalah Surga. Allah
berfirman:
"Tidak ada sesuatu musibahpun yang
menimpa seseorang kecuali denga izin Allah; Dan barang siapa yang beriman
kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah
Maha Mengetahui segala sesuatu." (At-Taghaabun : 11)
Apabila seorang hamba sudah menyadari bahwa
musibah itu semuanya berasal dari takdir dan ketentuan Allah, maka ia harus
bersabar dan berserahdiri. Pahala kesabaran adalah Surga, sebagaimana firman
Allah:
"Dan Dia memberi balasan kepada mereka
karena kesabaran mereka (dengan) jannah dan (pakaian) sutera.." (Al-Insaan
: 12)
Mengajak kepada jalan Allah adalah satu misi
yang agung, karena orang yang melakukannya menghadapi banyak cobaan dan rintangan.
Oleh sebab itu Allah memerintahkan bersabar dalam mengajak menuju jalan Allah.
Firman Allah:
"..Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang
yang mempunyai keteguhan hati.." (Al-Ahqaaf : 35)
Allah telah memberikan bimbingan kepada kaum
mukminin apabila mereka terkotak-kotak karena satu persoalan, atau tertimpa
satu musibah, hendaknya mereka memanfaatkan kesabaran dan shalat agar Allah
menghilangkan kesedihan mereka dan mempercepat datangnya kemenangan mereka.
Firman Allah:
"..Hai orang-orang yang beriman jadikanlah
sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang
yang sabar." (Al-Baqarah : 153)
Seorang mukmin wajib bersabar terhadap takdir
Allah, bersabar untuk taat kepada Allah dan bersabar untuk menghindari maksiat
terhadap Allah. Orang yang bersabar, akan diberikan pahala tanpa batas oleh
Allah di Hari Kiamat nanti. Allah berfirman:
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang
bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas." (Az-Zumar : 10)
Secara khusus, seorang mukmin mendapatkan
pahala dalam keadaan susah dan senang. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam
bersabda:
"Sungguh ajaib keadaan seorang mukmin,
karena seluruh kondisinya adalah baik baginya. Hal itu hanya berlaku bagi
seorang mukmin saja. Apabila ia mendapatkan kesenangan, lalu ia bersyukur,
itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ia tertimpa musibah, lalu ia bersabar,
maka itupun menjadi kebaikan baginya." (HR. Muslim No. 2999)
Allah memberi bimbingan kepada kita apa yang
harus kita ucapkan ketika tertimpa musibah. Allah menjelaskan bahwa orang-orang
yang bersabar memiliki kedudukan mulia di sisi Rabb mereka. Firman Allah:
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan
kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan
buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
((yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:"Innaa
lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun". orang-orang yang mendapat petunjuk."
(Al-Baqarah : 155-157)