Al-Hamdulillah. Memang benar, bahwa kata-kata di atas tergolong syirik, karena
itu termasuk meminta keselamatan dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.
Ucapan itu juga mengesankan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam
dapat mendengarkan panggilan dan pengaduan orang yang memanggilnya di manapun
juga, bahkan menyelamatkan orang yang meminta keselamatan darinya, menghilangkan
kesulitannya. Yang demikian itu tidak dapat dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu
'alaihi wa sallam, kala masa hidup atau sesudah wafatnya beliau. Beliau juga
tidak mengetahui yang ghaib, tidak memiliki kemampuan memberi manfaat atau
mudharrat bagi diri beliau sendiri atau bagi orang lain, kecuali sebatas yang
dikehendaki oleh Allah. Allah berfirman, menceritakan pernyataan beliau Shallallahu
'alaihi wa sallam:
"Katakanlah:"Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan
tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah".
Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka
tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya.."
(Yunus : 49)
Dan juga dalam firman-Nya:
"Dan Rabb-mu berkata: "Berdoalah kepada-Ku niscaya akan aku
penuhi.."
Demikian juga dalam firman-Nya:
" Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka
(jawablah), bahwa sanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang
yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi
(segala perintah)-Ku.." (Al-Baqarah : 186)
Maka kewajiban seorang hamba adalah hanya berdoa kepada Allah semata, tidak
meminta keselamatan kepada selain-Nya dan tidak juga mengharap-harap kepada
selain-Nya; tidak bertawakkal melainkan hanya kepada-Nya semata. Karena Allah
yang memiliki kekuasaan dan kebaikan di tangan-Nya, yang Maha Kuasa atas segala
sesuatu. Karena mengenal keghaiban, membebaskan dari kesulitan, mendengar
dan memenuhi doa seorang hamba adalah kekhususan-kekhususan yang dimiliki
hanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala saja. Barangsiapa yang menjadikan salah
satu dari semua itu untuk selain Allah, berarti ia telah berbuat kemusyrikan
yang besar. Allah berfirman:
"Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan
apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan
kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada ilah
(yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati." (An-Naml : 62)
Demikian juga firman-Nya:
" Katakanlah:"Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang
mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah", dan mereka tidak mengetahui
bila mereka akan dibangkitkan.." (An-Naml : 65)
Allah yang mengampuni dosa-dosa, menghilangkan kesulitan dan mengetahui apa
yang ada dalam hati. Oleh sebab itu, seorang hamba dalam meminta ampunan,
menghilangkan dosa, melenyapkan kesulitan dan berbagai hal lain yang hanya
mampu dilakukan oleh Allah, ia tidak boleh memintanya selain kepada Allah
semata. Karena hanya Allah yang memiliki kekuasaan untuk itu dan mampu melakukannya.